Archive for the Fedora Core6 Category

Fedora -Package Installation-

Posted in Fedora Core6 on October 3, 2007 by bramz4ever

Instalasi Aplikasi/Program/Software tambahan di Fedora Core 6

Seperti telah dibahas pada bagian sejarah tentang Fedora Core, kita ketahui bahwa Fedora Core

adalah penerus dari RedHat Linux, maka FC pun menggunakan sistem pemaketan aplikasi bernama RPM

(RedHat Packet Manager).
Dengan menggunakan RPM, proses intalasi,upgrade, cheking dan unistall bisa dilakukan dengan

simpel. Contohnya apabila kita ingin menginstal file bernama vsftpd-2.0.5-8.i386.rpm perintahnya

:

rpm -i vsftpd-2.0.5-8.i386.rpm –> opsi -i menyatakan install. biasanya ditambahkan

menjadi -ivh untuk melihat loading proses instalasi nya.

Apabila kita ingin mengupgrade versi dari aplikasi tersebut, cukup gunakan perintah :

rpm -u vsftpd-2.0.5-9.i386.rpm –> opsi -u menyatakan update

Sedangkan apabila kita ingin menguninstal aplikasi yang sudah kita update, cukup gunakan

perintah :

rpm -e vsftpd-2.0.5-9.i386.rpm –> opsi -e menyatakan erase

Tetapi ada baiknya kita mengecek terlebih dahulu apakah aplikasi yang ingin kita install sudah

terinstall di sistem kita atau belum. Caranya gunakan perintah :

rpm -qa –> opsi -q menyatakan query dan -a menyatakan all (menampilkan semua aplikasi

yang sudah terinstall)
rpm -qa vsftpd –> supaya lebih spesifik

Dengan menggunakan RPM instalasi paket secara individual memang menjadi sangat mudah, tetapi

bisa saja paket yang ingin kita install memiliki dependency (ketergantungan) terhadap

paket-paket lain yang sudah harus terinstall terlebih dahulu.
untuk mengatasi masalah dependency ini, FC menyediakan YUM.

File konfigurasi untuk YUM dapat /etc/yum.conf dan pada /etc/yum.repos.d/fedora-core.repo
Ganti alamat tempat mendownload package pada file fedora-core.repo supaya bisa mendownload

package dan dependency nya.
Gunakan perintah-perintah yum berikut ini :

yum install [namapaket]
yum remove [namapaket
yum update [namapaket]
yum check-update [namapaket]

Salah satu kekurangan yum adalah kita harus memiliki server yang senantiasa menyala untuk

menyediakan paket-paket yang diperlukan.

Demikianlah cara-cara penginstallan aplikasi di FC6, masing-masing memiliki kelebihan dan

kekurangan masing-masing.

Fedora -Network File Sharing-

Posted in Fedora Core6 on October 3, 2007 by bramz4ever

Network File Sharing Service

Kali ini saya akan membahas tentang service yang memungkinkan client untuk sharing file miliknya

kepada client lainnya dalam jaringan yang sama. Service ini sangatlah bermanfaat untuk jaringan

yang besar dimana semua client perlu saling bertukar file, contohnya kantor dan kampus.

Ada banyak service yang memungkinkan hal ini, yang paling populer diantaranya adalah FTP Server

dan SAMBA Server.

-FTP Server-
Mari kita bahas FTP Server terlebih dahulu. FTP server ini memanfaatkan File Transfer Protocol

(port 20) sebagai sarana transfer file antar mesin pada jaringan TCP/IP. Sekarang ini, banyak

sekali program yang dapat digunakan untuk membangun sebuah FTP Server. Dengan menggunakan FC6

yang sudah kita konfigurasi sebelumnya, kita akan menggunakan vsftpd (Very Secure FTP Daemon)

untuk membangun sebuah FTP server. Saya menggunakan vsftpd karena banyaknya pilihan konfigurasi

pada program ini sehingga bisa menciptakan FTP server yang aman.

Pertama-tama, sebelum kita menginstall vsftpd, ada baiknya kita cek terlebih dahulu apakah

vsftod sudah terinstall atau belum di server kita, caranya gunakan perintah :
rpm -qa | grep vsftpd
Apabila tidak ada packet vsftpd yang sudah diinstall,
marilah kita install dahulu vsftpd ke server kita dengan menggunakan rpm, ketikkan perintah

berikut ini :

rpm -ivh ftp://mirror.itb.ac.id/pub/fedora/core/6/i386/os/Fedora/RPMS/vsftpd-2.0.5-8.i386.rpm

Setelah proses instalasi menggunakan rpm selesai, vsftpd bisa dijalankan dan dihentikan dengan

menggunakan perintah :

service vsftpd start
service vsftpd stop
service vsftpd restart

Selanjutnya, untuk mengkonfigurasi vsftpd, pergilah ke direktori /etc/vsftpd dan edit file

vsftpd.conf.
File konfigurasi ini memiliki format sebagai berikut :

option=value

Perlu diperhatikan bahwa spasi diantara tanda = akan membuat error file konfigurasi, dan tanda #

berarti option tersebut dicomment/dinon-aktifkan.

Berikut ini adalah option-option yang bisa diubah untuk membangun FTP Server sesuai keinginan

kita ^__^

anonymous_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka user anonymous user (tanpa password) bisa masuk ke dalam FTP

Server anda. User lain yang sudah terdaftar pada sistem anda bisa login ke FTP Server anda

dengan menggunakan password yang sudah diset sebelumnya,lihat di /etc/passwd.

local_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka local user bisa masuk ke dalam FTP Server anda.

write_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka user bisa mengedit (rename, delete, dll) file yang ada di

FTP server anda.

anon_upload_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka user anonymous bisa mengupload file ke FTP Server anda.

Pilihan diatas berlaku bila anonymous_enable=YES.

anon_mkdir_write_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka user anonymous bisa membuat folder baru di FTP Server anda.

Pilihan diatas berlaku bila anonymous_enable=YES dan write_enable=YES.

xferlog_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka akan dibuat file (log) yang mencatat aktifitas

upload-download di FTP Server anda. Secara otomatis file akan ditempatkan di direktori

/var/log/vsftpd.log tetapi kita bisa menempatkannya di direktori lain dengan menggunakan

xferlog_file= [tempat file log]

ftpd_banner=welcome to bramz FTP Server

Option ini digunakan untuk menampilkan pesan kepada client yang mencoba login ke FTP Server

anda.

Sekian saja option-option yang dibahas untuk konfigurasi vsftpd, untuk lebih lengkapnya bisa

dicoba-coba sendiri ^__^

Yang tidak kalah penting supaya FTP Server kita bisa berfungsi dengan baik, sebaiknya set

direktori untuk umum yang ada di dalam /var/ftp menjadi milik user nobody (bila tidak ada dibuat

dahulu) supaya user anonymous bisa leluasa menggunakannya.
Contohnya apabila anda memiliki direktori /var/ftp/pub untuk publik, rubah menjadi milik user

nobody dengan perintah

chown nobody:nobody /var/ftp/pub

Kemudian atur permission untuk folder tersebut supaya user lain bisa leluasa menggunakan folder

tersebut, gunakan perintah :

chmod o+rw /var/ftp/pub

Sekian konfigurasi untuk FTP Server anda, semoga tidak menemui masalah dalam penyusunannya.

-SAMBA Server-

Apabila kita memiliki banyak mesin dengan OS yang berbeda, Linux dan Windows misalnya, dan kita

ingin menghubungkan kedua mesin ini supaya bisa saling bertukar file dan printer, maka program

yang paling cocok untuk melakukan hal ini adalah SAMBA. SAMBA dapat menjembatani antara mesin

dengan OS Linux dan OS Windows. Namun SAMBA sendiri adalah aplikasi milik Linux yang

memanfaatkan protokol SMB (Server Message Block).
Selain sharing file dan printer, apabila telah berfungsi SAMBA memungkinkan kita untuk browsing

di Network Neighborhood seolah-olah itu adalah Harddisk komputer kita sendiri. Sehingga kita

bisa langsung meng-execute file-file yang ada di komputer lain.

Langsung saja kita masuk ke tahap instalasi SAMBA server dengan menggunakan RPM. Seperti biasa,

apabila kita hendak mengambil paket samba dari ftp.itb.ac.id, kita gunakan perintah ;

rpm -ivh ftp://mirror.itb.ac.id/pub/fedora/core/6/i386/os/Fedora/RPMS/samba-3.0.23c-2.i386.rpm

Konfigurasi SAMBA Server dapat dilakukan pada file /etc/samba/smb.conf pada dasarnya di dalam

file ini terdapat 3 settingan utama, yaitu :

[global]
[homes]
[printers]

Bagian [global] digunakan untuk mendefinisikan parameter-parameter yang akan digunakan oleh

bagian yang lain, untuk permulaan kita setting bagian ini sebagai berikut :

[global]
workgroup = Fedora –> Nama Workgroup Windows, akan muncul di Network Neighborhood
netbios name = Testing –> Komentar
server string = Samba Server –> Komentar
security = share –> pilihan tingkat security
printcap name = /etc/printcap –> tempat file printcap yang digunakan oleh Linux
load printers = yes –> menyediakan printer untuk client setiap kali server dijalankan
log file /var/log/samba/%m.log –> tempat log file Samba server
max log size = 50 –> ukuran log file dalam Kb

socket options = TCP_NODELAY –> meningkatkan kinerja Samba server
dns proxy = no –> netbios diperlakukan sebagai Internet Domain Name, biarkan saja

[homes]

comment = Home directores –> Komentar
browseable = yes –> dapat dilihat dari Network Neighborhood
writeable = yes –> bisa ditulis

[printers]

comment = All Printers –> Komentar
path = /var/spool/samba –> tempat file spool printer
browseable = no –>tidak bisa dibrowse
guest ok = no –> harus memasukkan password untuk mengakses printer
printable = yes –> printer bisa dipakai untuk printing

Dengan melakukan konfigurasi diatas, semestinya SAMBA Server kita sudah bisa berjalan, namun

kita bisa menambahkan 1 settingan lagi untuk public client yang ingin menggunakan SAMBA Server kita, settingan nya :

[public]

comment = Public stuff –> Komentar
path = /home/samba –> folder public
public = yes –> bisa dipakai oleh umum
writable = yes –> bisa dimodifikasi isinya oleh umum
printable = no –> tidak bisa di print oleh umum.

Untuk mengetesnya coba jalankan SAMBA Server kita dengan perintah :

service smb start

Kemudian gunakan komputer dengan OS Windows untuk melihat SAMBA Server kita, caranya masuk ke

Network Neighborhood saja, atau ketikkan \\[ip address samba server kita], mis :

\\167.205.79.157

Demikianlah penjelasan mengenai Service untuk Network File Sharing, yaitu FTP dan Samba Server.

Fedora -Process Management-

Posted in Fedora Core6 on October 2, 2007 by bramz4ever

Proccess Management in FC6

Semenjak tahap instalasi hingga pertama kali masuk ke FC6, kita sudah mengalami paling tidak 2 kali reboot. Dan setiap kita menjalankan FC6 kita, kita akan selalu melalui suatu proses yang dinamakan booting.

Apa itu booting?

Secara umum booting adalah suatu proses komputer dan Operating Systemnya mulai bekerja dengan menginisialisasi semua device (hardware) yang ada di komputer beserta driver2 yang menjalankannya. Pada saat booting, service2 utama yang ada dalam suatu OS juga mulai dijalankan.
Sebelum memahami device dan filesystem, terlebih dahulu kita harus memahami konsep tentang kernel. Kernel adalah program yang mengatur semua proses, device, juga input/output. Ketika sistem melakukan booting, kernel adalah program yang pertama kali dijalankan, serta menginisialisasi hardware dan filesystem dari suatu OS. Urutan kernel dalam menjalankan proses:
1. kernel mengontrol prosesor dan mengambil proses yang mengantri di memory.
2. kernel melepas kontrol dari prosesor untuk mebiarkan prosesor bekerja.
3. setelah proses selesai, kernel akan mengambil alih proses itu lagi dan memilih proses baru untuk dikerjakan.

Init
Pada distro Linux, selanjutnya kernel akan menjalankan program bernama init yang terdapat pada /sbin.Fungsi utama dari program ini adalah menjalankan dan menghentikan program-program lain dalam suatu urutan tertentu.

Runlevel
Pada sistem Linux dikenal istilah Runlevel yaitu suatu set proses yang dijalankan dalam sistem Linux, atau bisa juga dikatakan sebagai kumpulan service2 dalam suatu sistem Linux.

Inittab
Untuk menjalankan atau mengkonfigurasi runlevel yang kita inginkan pada sistem Linux, kita gunakan file inittab yang berada di /etc.inittab.

Process Management
Untuk mengetahui proses apa saja yang sedang berjalan di FC6, gunakan perintah ps -ax

Untuk menghentikan proses yang diinginkan, gunakan saja killall [nama proses]

Untuk menjalankan suatu proses, biasanya sudah ada scriptnya di /etc/rc.d/init.d/* tinggal dijalankan saja dengan menggunakan perintah service [namaproses] start/stop/restart.

Fedora -Introduction-

Posted in Fedora Core6 on October 2, 2007 by bramz4ever

Sekilas tentang Fedora Core6

Fedora, singkatan dari Flexible Extensible Digital Object Repository Architecture, adalah sebuah distro Linux yang merupakan kelanjutan dari salah satu distro Linux yang terkenal, yaitu RedHat Linux. Sebenarnya RedHat berkembang menjadi dua bagian, yaitu RedHat Enterprise Linux yang ditujukan untuk pengguna komersial, dan Fedora Core yang ditujukan untuk pengguna non-komersial.
Fedora dibuat dengan prinsip : “interoperability and extensibility is best achieved by architecting a clean and modular separation of data, interfaces, and mechanisms (i.e., executable programs).”

Fedora Core ini dikembangkan oleh komunitas yang didukung oleh RedHat. Fedora sendiri adalah suatu sistem yang berbasiskan pada yum dan RPM untuk instalasi paket data. Prinsip modular yang dijunjung oleh Fedora memungkinkan user untuk bebas memilih paket-paket yang akan diinstall ke Fedora miliknya. Paket-paket yang terinstall ini juga akan secara otomatis terpisah-pisah sehingga memungkinkan administrasi yang lebih mudah.

Fedora yang akan kita bahas selanjutnya adalah Fedora Core6, yang dirilis pada 24 Oktober 2006.