Fedora -Network File Sharing-
Network File Sharing Service
Kali ini saya akan membahas tentang service yang memungkinkan client untuk sharing file miliknya
kepada client lainnya dalam jaringan yang sama. Service ini sangatlah bermanfaat untuk jaringan
yang besar dimana semua client perlu saling bertukar file, contohnya kantor dan kampus.
Ada banyak service yang memungkinkan hal ini, yang paling populer diantaranya adalah FTP Server
dan SAMBA Server.
-FTP Server-
Mari kita bahas FTP Server terlebih dahulu. FTP server ini memanfaatkan File Transfer Protocol
(port 20) sebagai sarana transfer file antar mesin pada jaringan TCP/IP. Sekarang ini, banyak
sekali program yang dapat digunakan untuk membangun sebuah FTP Server. Dengan menggunakan FC6
yang sudah kita konfigurasi sebelumnya, kita akan menggunakan vsftpd (Very Secure FTP Daemon)
untuk membangun sebuah FTP server. Saya menggunakan vsftpd karena banyaknya pilihan konfigurasi
pada program ini sehingga bisa menciptakan FTP server yang aman.
Pertama-tama, sebelum kita menginstall vsftpd, ada baiknya kita cek terlebih dahulu apakah
vsftod sudah terinstall atau belum di server kita, caranya gunakan perintah :
rpm -qa | grep vsftpd
Apabila tidak ada packet vsftpd yang sudah diinstall,
marilah kita install dahulu vsftpd ke server kita dengan menggunakan rpm, ketikkan perintah
berikut ini :
rpm -ivh ftp://mirror.itb.ac.id/pub/fedora/core/6/i386/os/Fedora/RPMS/vsftpd-2.0.5-8.i386.rpm
Setelah proses instalasi menggunakan rpm selesai, vsftpd bisa dijalankan dan dihentikan dengan
menggunakan perintah :
service vsftpd start
service vsftpd stop
service vsftpd restart
Selanjutnya, untuk mengkonfigurasi vsftpd, pergilah ke direktori /etc/vsftpd dan edit file
vsftpd.conf.
File konfigurasi ini memiliki format sebagai berikut :
option=value
Perlu diperhatikan bahwa spasi diantara tanda = akan membuat error file konfigurasi, dan tanda #
berarti option tersebut dicomment/dinon-aktifkan.
Berikut ini adalah option-option yang bisa diubah untuk membangun FTP Server sesuai keinginan
kita ^__^
anonymous_enable
Bila pilihan diatas diset=YES, maka user anonymous user (tanpa password) bisa masuk ke dalam FTP
Server anda. User lain yang sudah terdaftar pada sistem anda bisa login ke FTP Server anda
dengan menggunakan password yang sudah diset sebelumnya,lihat di /etc/passwd.
local_enable
Bila pilihan diatas diset=YES, maka local user bisa masuk ke dalam FTP Server anda.
write_enable
Bila pilihan diatas diset=YES, maka user bisa mengedit (rename, delete, dll) file yang ada di
FTP server anda.
anon_upload_enable
Bila pilihan diatas diset=YES, maka user anonymous bisa mengupload file ke FTP Server anda.
Pilihan diatas berlaku bila anonymous_enable=YES.
anon_mkdir_write_enable
Bila pilihan diatas diset=YES, maka user anonymous bisa membuat folder baru di FTP Server anda.
Pilihan diatas berlaku bila anonymous_enable=YES dan write_enable=YES.
xferlog_enable
Bila pilihan diatas diset=YES, maka akan dibuat file (log) yang mencatat aktifitas
upload-download di FTP Server anda. Secara otomatis file akan ditempatkan di direktori
/var/log/vsftpd.log tetapi kita bisa menempatkannya di direktori lain dengan menggunakan
xferlog_file= [tempat file log]
ftpd_banner=welcome to bramz FTP Server
Option ini digunakan untuk menampilkan pesan kepada client yang mencoba login ke FTP Server
anda.
Sekian saja option-option yang dibahas untuk konfigurasi vsftpd, untuk lebih lengkapnya bisa
dicoba-coba sendiri ^__^
Yang tidak kalah penting supaya FTP Server kita bisa berfungsi dengan baik, sebaiknya set
direktori untuk umum yang ada di dalam /var/ftp menjadi milik user nobody (bila tidak ada dibuat
dahulu) supaya user anonymous bisa leluasa menggunakannya.
Contohnya apabila anda memiliki direktori /var/ftp/pub untuk publik, rubah menjadi milik user
nobody dengan perintah
chown nobody:nobody /var/ftp/pub
Kemudian atur permission untuk folder tersebut supaya user lain bisa leluasa menggunakan folder
tersebut, gunakan perintah :
chmod o+rw /var/ftp/pub
Sekian konfigurasi untuk FTP Server anda, semoga tidak menemui masalah dalam penyusunannya.
-SAMBA Server-
Apabila kita memiliki banyak mesin dengan OS yang berbeda, Linux dan Windows misalnya, dan kita
ingin menghubungkan kedua mesin ini supaya bisa saling bertukar file dan printer, maka program
yang paling cocok untuk melakukan hal ini adalah SAMBA. SAMBA dapat menjembatani antara mesin
dengan OS Linux dan OS Windows. Namun SAMBA sendiri adalah aplikasi milik Linux yang
memanfaatkan protokol SMB (Server Message Block).
Selain sharing file dan printer, apabila telah berfungsi SAMBA memungkinkan kita untuk browsing
di Network Neighborhood seolah-olah itu adalah Harddisk komputer kita sendiri. Sehingga kita
bisa langsung meng-execute file-file yang ada di komputer lain.
Langsung saja kita masuk ke tahap instalasi SAMBA server dengan menggunakan RPM. Seperti biasa,
apabila kita hendak mengambil paket samba dari ftp.itb.ac.id, kita gunakan perintah ;
rpm -ivh ftp://mirror.itb.ac.id/pub/fedora/core/6/i386/os/Fedora/RPMS/samba-3.0.23c-2.i386.rpm
Konfigurasi SAMBA Server dapat dilakukan pada file /etc/samba/smb.conf pada dasarnya di dalam
file ini terdapat 3 settingan utama, yaitu :
[global]
[homes]
[printers]
Bagian [global] digunakan untuk mendefinisikan parameter-parameter yang akan digunakan oleh
bagian yang lain, untuk permulaan kita setting bagian ini sebagai berikut :
[global]
workgroup = Fedora –> Nama Workgroup Windows, akan muncul di Network Neighborhood
netbios name = Testing –> Komentar
server string = Samba Server –> Komentar
security = share –> pilihan tingkat security
printcap name = /etc/printcap –> tempat file printcap yang digunakan oleh Linux
load printers = yes –> menyediakan printer untuk client setiap kali server dijalankan
log file /var/log/samba/%m.log –> tempat log file Samba server
max log size = 50 –> ukuran log file dalam Kb
socket options = TCP_NODELAY –> meningkatkan kinerja Samba server
dns proxy = no –> netbios diperlakukan sebagai Internet Domain Name, biarkan saja
[homes]
comment = Home directores –> Komentar
browseable = yes –> dapat dilihat dari Network Neighborhood
writeable = yes –> bisa ditulis
[printers]
comment = All Printers –> Komentar
path = /var/spool/samba –> tempat file spool printer
browseable = no –>tidak bisa dibrowse
guest ok = no –> harus memasukkan password untuk mengakses printer
printable = yes –> printer bisa dipakai untuk printing
Dengan melakukan konfigurasi diatas, semestinya SAMBA Server kita sudah bisa berjalan, namun
kita bisa menambahkan 1 settingan lagi untuk public client yang ingin menggunakan SAMBA Server kita, settingan nya :
[public]
comment = Public stuff –> Komentar
path = /home/samba –> folder public
public = yes –> bisa dipakai oleh umum
writable = yes –> bisa dimodifikasi isinya oleh umum
printable = no –> tidak bisa di print oleh umum.
Untuk mengetesnya coba jalankan SAMBA Server kita dengan perintah :
service smb start
Kemudian gunakan komputer dengan OS Windows untuk melihat SAMBA Server kita, caranya masuk ke
Network Neighborhood saja, atau ketikkan \\[ip address samba server kita], mis :
\\167.205.79.157
Demikianlah penjelasan mengenai Service untuk Network File Sharing, yaitu FTP dan Samba Server.
November 4, 2009 at 8:52 am
thanks brooooooooooooooooo