Archive for October, 2007

Perbedaan System V dan BSD-Style

Posted in Magang AJK on October 30, 2007 by bramz4ever

Pada awal pembuatan UNIX di tahun 1969, telah terjadi banyak perubahan yang dilakukan oleh pihak yang mengembangkannya. Perubahan yang paling signifikan terjadi pada tahun 1973 dimana UNIX mulai ditulis dengan bahasa C, UNIX ini disebut fifth edition. Kemudian saat seventh edition dirilis pada tahun 1978, terbentuk 2 cabang utama dari pengembangan UNIX, yaitu System V (SysV) dan BSD-Style. UNtuk lebih jelasnya, lihat diagram berikut

sejarah UNIX

Hal inilah yang mengakibatkan terdapatnya perbedaan dalam 2 Operating System yang saya pelajari, yaitu FedoraCore6 (System V) dan FreeBSD (BSD-style). Perbedaan mendasar yang terdapat antara keduanya adalah pada init (program yang pertama kali dijalankan dan kemudian menjalankan proses booting).

Saat proses booting pada UNIX, init akan mengecek file /etc/inittab dan mencari default init yang akan memberitahu runlevel mana yang menjadi default runlevel. Runlevel yang ada pada fedora adalah :
* 0 – Halt
* 1 – Single
* 2 – Not used/User definable
* 3 – Full multi-user NO display manager
* 4 – Not used/User definable
* 5 – Full multi-user with display manager (GUI)
* 6 – Reboot
Dimana biasanya yang menjadi default runlevel adalah runlevel5.
Kelebihan dari System V dengan runlevel nya adalah fleksibilitas untuk berpindah mode ketika booting. Sedangkan kekurangannya adalah kompleksitas dalam konfigurasi.

Sedangkan saat proses booting pada BSD-style, init menjalankan script yang bernama /etc/rc untuk kemudian meneruskan sisa proses booting. Tidak terdapat runlevel disini, dimana file /etc/rc menentukan bagaimana init dijalankan. Kelebihan BSD-style adalah kemudahan dalam konfigurasi. Sedangkan kekurangannya yaitu apabila ada program tambahan yang hendak dijalankan saat booting, sehingga harus mengubah script booting yang ada yang bisa berakibat pada kegagalan booting.

Selain init, masih ada beberapa perbedaan pada System V dan BSD-style. Untuk lebih lengkapnya lihat tabel dibawah ini :

  Feature           Typical SYSV            Typical BSD
  kernel name       /unix                   /vmunix
  boot init         /etc/rc.d directories   /etc/rc.* files
  mounted FS        /etc/mnttab             /etc/mtab
  default shell     sh, ksh                 csh, tcsh
  FS block size     512 bytes->2K           4K->8K
  print subsystem   lp, lpstat, cancel      lpr, lpq, lprm
  echo command      echo "\c"               echo -n
   (no new line)
  ps command        ps -fae                 ps -aux
  multiple wait     poll                    select
    syscalls
  memory access     memset, memcpy          bzero, bcopy

hari pertamaku

Posted in General on October 22, 2007 by bramz4ever

HARI INI tuh hari pertama masuk kuliah, kalo masih sekolah mungkin istilahnya back to school yah.. trus ga tanggung-tanggung tanpa memberi kesempatan untuk beradaptasi kembali, langsung aja gw musti ujian Bor (yg notabene momok bagi mahasiswa Perminyakan) -_-.

udah gitu, gw ngerasa kalo bulan ramadhan kemarin yang menurut gw udah gw jalani dengan lebih buruk dari ramdhan sebelumnya (masyaallah) mulai berdampak bagi kehidupan gwe.. jadi tepat h-1 sebelum ujian tiba-tiba gw diserang komplikasi 2 penyakit yaitu sakit perut dan sakit kepala >.<

untungnya setelah merawat diri sendiri pada h-1 itu, kondisi gw pada hari h jauh lebih baik, tapi tetep masih ada sedikit sih sakitnya :(

Untungnya gw dah belajar pas kemarin2 dan hoki gw pas ujian Bor sebelumnya keluar juga, soal yang dikeluarin sama kayak yg gw kerjain pas latihan ^__^ Tapi yah karena tidak dalam kondisi prima, jadinya ga bisa dikerjakan dengan sempurna deh ujiannya..

Udah deh abis itu menghabiskan waktu di Comlabs buat halal-bihalal ama siapa aja yang masuk ke ruang unit dari jam 10siang ampe jam 5sore hari itu. Lumayan si ami bawa oleh2 bakpia, tapi gw cuma makan satu biji soalnya lg ga napsu makan klo sakit gini.. Udah gitu anak2 UAP kaga percaya lagi kalo gw sakit, trus minta cuti buat minggu UTS ini… Emang sih sekarang kerjaan SarPras tambah gampang karena ada Web SarPras :p

Ternyata setelah menyempatkan main ke himpunan, gw merasa bahwa masih ada yang lebih parah daripada gw saat mengalami hari pertama kuliah lagi.. Which is angkatan 2004 T.Perminyakan :p  Mereka itu ada 3 ujian hari ini !!! (buat yg ngulang Bor)

Untungnya malemnya gw udah merasa mendingan, semoga besok bisa sembuh total karena masih ada 2 ujian lagi menantiku!!!

FreeBSD 6

Posted in Magang AJK on October 4, 2007 by bramz4ever

Free BSD 6

Pada artikel kali ini saya akan membahas hasil ngoprek saya dengan FreeBSD. berhubung waktunya masih sebentar, jadinya yang didapat juga masih sedikit :p.

-Sistem FreeBSD-
Asal muasal BSD ini dari riset yang dikembangkan di University of California yang membeli lisensi dan source code UNIX dari AT&T Bell Laboratories yang enggan menjual OS.
Setelah itu dikembangkan lagi oleh beberapa orang yang tidak puas dengan BSD yang ada, sehingga menjadi Free BSD. Inilah sebabnya mengapa Free BSD memiliki banyak kemiripan dengan UNIX system, karena Free BSD berasal dari pengembangan UNIX.
Namun berbeda dengan Linux yang juga berasal dari UNIX system, Free BSD hanya memiliki 1 distro (bandingkan dengan Linux yang lebih dari 60 distro). Sehingga FreeBSD tidak akan memiliki perbedaan di komputer manapun dia di install.
Hal penting lain yang perlu diingat adalah Linux bukanlah sebuah OS, melainkan hanya sebuah kernel. Pihak-pihak yang mengeluarkan distro Linux membeli kernel Linux dari Linus Torvalds dan menambahkan program-program yang mereka inginkan sehingga menjadi distro mereka sendiri. Berbeda dengan FreeBSD yang sudah merupakan sebuah OS.

-CLI pada FreeBSD-
Karena memiliki shell command yang tidak berbeda dengan Linux, maka ada baiknya melihat list shell command yang sudah saya muat ^__^

-Setup Interface Cards-
Pada FreeBSD ini, banyak sekali cara untuk mengatur konfigurasi Interface Cards anda, seperti contohnya ethernet card. beberapa alternatif itu antara lain :

1. Pada tahap instalasi kita bisa memasukkan basic Network Configuration

ip setting

  • hostname –> isikan dengan nama host mesin anda (bagian dari domain jaringan anda)
  • domain –> isikan dengan sisa dari domain name jaringan anda
  • IP V4 gateway –> alamat gateway mesin anda
  • Nameserver –> alamat DNS server anda
  • IP V4 address –> alamat IP mesin anda
  • netmask –> isikan netmask mesin anda
  • Extra Options –> kosongkan saja

2.Menggunakan perintah :

ifconfig [nama card] [ip addresses] netmask [netmask address] broadcast [broadcast address]

route add default [gateway address]

contoh :

iconfig lnc0 167.205.79.158 netmask 255.255.255.128 broadcast 167.205.79.255

route add default 167.205.79.129

3. Menggunakan file /etc/rc.conf

buka saja file tersebut, kemudian isikan konfigurasi jaringan kita kedalamnya. sebagai berikut :

defaultrouter=”167.205.79.129″
hostname=”bramz4ever.comlabs.itb.ac.id”
ifconfig_lnc0=”inet 167.205.79.158 netmask 255.255.255.128″

untuk konfigurasi DNS Server menggunakan file /etc/resolv.conf Isikan konfigurasi berikut :

domain comlabs.itb.ac.id
nameserver 167.205.79.4
nameserver 167.205.22.123

-Instalasi software tambahan di FreeBSD-

Untuk menginstal software tambahan di FreeBSD dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan menggunakan port dan packages.

1. Instalasi menggunakan packages

gunakan perintah berikut ini untuk melakukan management terhadap paket FreeBSD :

pkg_add [namapaket]
pkg_delete [namapaket]

contoh : pkg_add ftp://mirror.itb.ac.id/pub/FreeBSD/ports/i386/packages-6-stable/ftp/vsftpd-2.0.5.tbz

2. Instalasi menggunakan ports

Ports adalah sebuah bundel script dan patch yang terdapat di sistem FreeBSD, sehingga untuk menginstallnya tidak perlu repot-repot, kita tinggal pergi saja ke direktori /usr/ports kemudian masuk ke direktori ports yang kita inginkan dan ketikkan make install

-Mengupdate di FreeBSD dengan CVSup-

Untuk mengupdate paket yang telah terinstall di FreeBSD kita bisa menggunakan CVSup. Pertama-tama kita harus menginstall CVSup terlebih dahulu, kemudian membuat file konfigurasi yang mengatur kerja CVSup. File konfigurasi ini dinamakan supfile. Untuk melihat contoh supfile, buka saja /usr/share/examples/cvsup. Kemudian edit pada bagian mirror site yang akan kita gunakan untuk mengambil update yang diperlukan dari server yang kita inginkan.

*default host=cvsup.id.FreeBSD.org

Bila ingin menggunakan CVsup dari dalam ITB bisa memanfaatkan server berikut ini :

*default host=fileserver.lapi.itb.ac.id

kemudian letakkan supfile ini pada /usr/local/etc. Lalu jalankanlah CVSup dengan menggunakan perintah :

/usr/local/bin/cvsup -g -L 2 /usr/local/etc/[nama supfile]

Sekian saja sekilas artikel tentang FreeBSD 6, apabila ada yang ingin saya tambahkan, akan saya letakkan di artikel yang berbeda.

Dokumentasi Windows Server 2003

Posted in Magang AJK on October 4, 2007 by bramz4ever

Banyak sekali jenis OS yang mendukung untuk membangun sebuah server yang baik. Microsoft sebagai perusahaan ternama dengan produk Windowsnya tentu tidak mau ketinggalan untuk membuat OS yang dispesialisasikan untuk membangun server.

Versi terakhir dari Windows Server yang ada adalah Windows Server 2003 yang mana merupakan kelanjutan dari Windows Server 2000. Windows Server 2003 memiliki nama kode Whistler Server mulai dikerjakan pada akhir tahun 2000. Tujuan dari hal ini adalah Microsoft hendak membuat platform .NET, dengan menyediakan infrastruktur jaringan yang terbentuk dari Windows Server dan Windows Workstation. Proyek itu dinilai sangat ambisius, karena Microsoft berniat mengembangkan dua OS secara sekaligus, yaitu untuk Server dan Workstation. Akhirnya, beberapa kali sistem operasi ini ditunda peluncurannya, karena jadwal pengembangan yang ketat, dan hanya sistem operasi Whistler Workstation saja yang dirilis setahun berikutnya dengan nama produk Windows XP, yang ditujukan untuk kalangan konsumer rumahan dan korporat.

Microsoft meluncurkan Windows Server 2003 dengan beberapa edisi, yaitu :

  • Windows Server 2003 Standard Edition
  • Windows Server 2003 Enterprise Edition
  • Windows Server 2003 Datacenter Edition
  • Windows Server 2003 Web Edition
  • Windows Small Business Server 2003
  • Windows Storage Server 2003

Berikut ini akan dijelaskan fitur-fitur yang dimiliki oleh setiap edisi :

Standard Edition

Sesuai namanya, standard edition ini hanya memiliki fitur-fitur yang paling mendasar dari dibandingkan edisi lainnya. Fitur-fitur yang dimiliki cukup untuk melayani client-client yang ada dalam jaringan. Standard edition ini diluncurkan untuk menggantikan Windows Server 2000.

Fitur yang diusung oleh Windows Server 2003, Standard Edition adalah sebagai berikut:

Dengan fitur-fitur di atas, Windows Server 2003 Standard Edition jelas ditujukan sebagai fondasi bagi platform jaringan berbasis Windows untuk lingkungan jaringan skala menengah ke bawah, atau sebagai server pendukung yang ditujukan untuk mendukung server lainnya dalam jaringan yang lebih besar.

Enterprise Edition

Windows Server 2003 Enterprise Edition adalah sebuah versi Windows Server yang memiliki semua fitur yang ditawarkan oleh Windows Server 2003 Standard Edition, ditambah lagi dengan fitur-fitur yang meningkatkan performa Windows Server 2003 Enterprise Edition ditujukan untuk menggantikan Windows 2000 Advanced Server dan Windows NT 4.0 Enterprise Server yang telah lama beredar.

Enterprise Edition memiliki fitur-fitur berikut:

  • Address Windowing Extension (AWE)
  • Hot-Memory
  • Non-uniform memory access (NUMA)
  • Teknologi Clustering
  • Terminal Server Session Directory

Datacenter Edition

Windows Server 2003 Datacenter Edition berbeda dari dua versi lainnya yang telah disebutkan. Edisi ini hanya bisa diperoleh dari kombinasi antara perangkat keras server dari beberapa vendor, semacam Hewlett-Packard atau Dell. Alasan mengapa hal ini diberlakukan adalah untuk menjaga agar sistem dapat berjalan dengan sempurna (dengan hardware yang telah ditentukan oleh manufaktur serta driver yang telah disertifikasi dapat menjadikan sistem jauh lebih stabil). Umumnya, sebelum dijual kepada konsumen, manufaktur akan melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap server yang bersangkutan.

Program-program yang disertakan dalam Windows Server 2003 Datacenter Edition berfokus pada keandalan sistem operasi. Microsoft membuat beberapa persyaratan bagi OEM yang hendak menggunakan edisi dari Windows Server 2003 ini, yakni sebagai berikut:

  • Semua perangkat keras yang dimasukkan ke dalam server harus memenuhi standar Microsoft dan lolos dari beberapa kali pengujian kecocokan (kompatibilitas), keandalan (reliabilitas). Hal ini diberlakukan terhadap semua perangkat keras, mulai dari prosesor, kartu jaringan, hard disk drive, dan komponen vital lainnya.
  • Semua driver perangkat keras harus disertifikasi oleh Microsoft. Tentu saja, driver-driver tersebut harus lolos pengujian, yang mungkin dapat menghabiskan waktu lebih dari satu bulan
  • Pengguna tidak dapat mengubah hardware server sesuka hatinya tanpa adanya pihak yang berwenang (customer support vendor server atau dari pihak Microsoft). Semua perubahan harus lolos pengujian yang disebutkan di atas.

Web Edition

Windows Server 2003 Web Edition adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang ditujukan khusus sebagai web server, yang menaungi beberapa aplikasi web. Windows Server 2003 Web Edition didesain sedemikian rupa, dengan menggunakan Internet Information Services (IIS) 6.0 sebagai infrastukturnya dan menggunakan teknologi ASP.NET untuk menangani layanan web berbasis XML dan aplikasi web lainnya.

Windows Small Business Server 2003

Windows Small Business Server 2003, atau sering disebut sebagai Windows SBS, adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang ditujukan untuk pemilik usaha kelas kecil-menengah. Harga yang ditawarkan Microsoft pun lebih murah dibandingkan dengan beberapa edisi sebelumnya, meski banyak teknologi yang dikorbankan, juga beberapa syarat dan batasan yang harus dipenuhi dalam penggunaannya. Contohnya, sebuah Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung hingga 75 pengguna saja.

Windows SBS didesain sedemikian rupa dengan fitur-fitur yang Microsoft anggap dibutuhkan oleh jaringan skala kecil, yang akan diimplementasikan pada server pertama mereka. Selain itu, edisi ini juga menawarkan konfigurasi yang lebih mudah dalam mengatur firewall DHCP dasar dan router NAT dengan menggunakan dua buah kartu jaringan. Interface manajemen sistem jaringan yang digunakannya lebih mudah digunakan dibandingkan edisi Windows Server lainnya bahkan oleh administrator yang baru sekalipun.

Storage Server

Windows Storage Server 2003 adalah sebuah edisi Windows Server 2003 yang didedikasikan untuk layanan file sharing dan printer sharing. Sama seperti halnya Windows Server 2003 Datacenter Edition, edisi ini juga tidak dapat diperoleh secara ritel. Perbedaan dari sistem Windows Server lainnya yang menyediakan layanan berbagi berkas dan alat pencetak adalah bahwa Storage Server 2003 tidak membutuhkan Client Access License (CAL).

Active Directory

Windows server 2003 menggunakan konsep bernama active directory yang menyimpan informasi tentang objek pada jaringan sehingga bisa digunakan oleh admin. Objek yang dimaksud bisa berupa server, printer, atau bisa juga user account. Active directory ini dianalogikan sebagai directory biasa yang ada pada Windows Workstation. Active directory biasanya memuat :

  • Satu set aturan dan skema yang mendefinisikan kelas dari suatu objek dalam jaringan.
  • Katalog yang menyimpan informasi tentang segala objek yang ad di jaringan.
  • Mekanisme untuk memanggil dan mengindex segala objek sehingga bisa ditemukan dengan mudah.
  • Dukungan terhadap Active directory untuk client, sehingga client dengan OS Windows Workstation bisa menggunakan objek dalam Active directory server.

Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk menginstalasi Active Directory ini. Pertama dengan menuliskan atau mengetikkan DCPROMO dari tombol RUN atau bisa juga dengan memanfaatkan fasilitas Wizard yang disediakannya. Sebagai gambaran berikut akan dijelaskan prosedur yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Jendela konfigurasi Windows Server 2003 dalam keadaan tampil
  2. Pilih Add or remove a rool. Setelah Anda menekan tombol Add or remove a rool, komputer akan berkerja dan segera tampil tayangan berikutnya
  3. Klik tombol Next apabila Anda sudah membaca semua yang tampil pada jendela tersebut. Biarkan komputer bekerja sehingga akan tampil semua komponen yang sudah dan belum Anda instalasi sebelumnya
  4. Pilih Domain Control (Active Directory), karena sebelumnya Anda belum menyelesaikan pekerjaan tersebut. Setelah memilih Domain Control tadi klik Next untuk melanjutkan.
  5. Klik lagi Next. Setelah itu komputer kembali akan bekerja, kemudian pada saat tampil pernyataan Active Directory Instalation Wizard tampil klik OK untuk melanjutkan pekerjaan Anda. Kemudian komputer akan menampilkan kotak dialog Welcome to Active Directory Installation Wizard.
  6. Klik Next untuk melanjutkan. Microsoft Windows akan menampilkan kotak dialog Operating System Compatibility. Perhatikan kotak dialog tersebut dan jika sudah yakin klik Next untuk melanjutkan.
  7. Pada saat tampil kotak dialog Domain Control Type, lalu pilih Domain Controller for a New domain
  8. Klik Next untuk melanjutkan pekerjaan Anda. Kembali kotak dialog a Create a new domain tampil, Anda pilih Domain in a new Fores
  9. Klik Next lagi, kemudian pada kotak dialog New Domain Name, ketikkan nama Domain Anda, misalnya comlabs.itb.ac.id
  10. Klik Next dan biarkan komputer bekerja dan jika tidak terjadi kesalahan atau bentrok, maka secara otomatis kotak dialog NetBIOS Domain Name akan terisi sama yaitu comlabs
  11. Klik lagi Next. Setelah itu komputer akan menampilkan kotak dialog Database and Log Folders untuk menyimpan data yandg berhubungan dengan Database dan Log tersebut.
  12. Klik Next untuk melanjutkan pekerjaan Anda. Kembali kotak dialog berikutnya bernama Shared System Volume akan tampil
  13. Dari kotak dioalog Shared System Volume di atas Anda klik Next untuk melanjutkan. Kotak dialog DNS Registration Diagnostics segera tampil, jika Anda akan membuatnya secara otomatis DNS untuk Server Anda, maka Anda pilih Install and configure the DNS on this computer
  14. Klik Next. Kemudian akan tampil pernyataan, apakah Server ini bisa digunakan oleh semua komputer berbasis Microsoft Windows 2000 dan 2003 ke bawah atau hanya Microsoft Windows 2000 dan 2003 saja. Dalam buku ini saya memilih agar semua komputer yang berbasis Windows 2003 ke bawah bisa join ke Server ini.
  15. Klik Next. Kotak dialog untuk menuliskan Password Directory Services Restore Mode Administrator Password segera tampil. Untuk itu Anda ketikkan Password Anda di kolom yang telah disediakan, ketikkan sekali lagi password yang tadi . Jika kurang jelas Anda klik Active Directory Help.
  16. Klik Next untuk melanjutkan.
  17. Directory Services Restore Mode Administrator Password, yaitu menuliskan Password Directory Services Restore Mode Administrator Password
  18. Klik lagi Next dan biarkan komputer bekerja. Di sini Anda bisa istirahat atau meninggalkan komputer untuk beberapa saat.
  19. Setelah Anda menekan tombol Finish komputer akan menampilkan dua pernyataan apakah komputer akan di Restart atau tidak. Pilih dan klik Restart dan biarkan komputer melakukan boot secara otomatis.
  20. Pada saat login Anda akan melihat perbedaan, di mana ketika sebelum Active Directory diinstalasi Anda tidak menemukan Domain, sedangkan setelah Active Directory diinstalasi, Domain yang Anda instalasi bernama comlabs akan tampil.
  21. Pada saat Login pertama kali dan Anda melakukan instalasi Active Directory dengan memanfaatkan fasilitas Add or remove a rool, maka komputer akan sedikit lambat dan akan tampil tayangan selanjutnya, lalu untuk menutupnya Anda klik Finish.

IP Address

Agar komputer Server Anda bisa dikenali, maka harus diberi alamat berupa IP Address. Prosedur yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Dari Desktop klik kanan mouse tepat di atas indikator LAN di sudu kanan layar Anda. Setelah itu akan tampil kotak dialog Local Area Connection Status. Atau Anda bisa masuk melalui tombol Start, lalu pilih Connect to dan pilih Show all connection. Setelah itu klik kanan tepat di atas Local Area Connection dan pilih Properties.
  2. Pilih dan klik Properties. Setelah itu akan tampil jendela Local Area Connection Properties akan tampil.
  3. Klik Show icon in taskbar when connected untuk menampilkan tanda Local Area Connection di taskbar
  4. Klik Internet Protocol (TCP/IP)
  5. Klik Properties. Setelah itu akan tampil kotak dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties
  6. Klik Use the following IP Address
  7. Ketikkan di kolom IP Address 192.168.53.1
  8. Klik tab di papan ketik
  9. Kolom Subnet mask tidak perlu Anda isi, dengan menekan tab Subnet mask 255.255.255.0 secara otomatis sudah terisi

Mengisi DNS Server

Untuk mengisi DNS services ini bisa langsung di tab General di kolom Preferred DNS server. Namun demikian Anda juga bisa menggunakan cara yang akan saya jelaskan berikut ini:

  1. Klik tab Advanced. Setelah itu akan tampil kotak dialog Advanced TCP/IP Setting
  2. Klik tab DNS
  3. Klik Add
  4. Ketikkan 192.168.53.2 pada kolom di bawah DNS server
  5. Klik Add
  6. Klik OK untuk menutup kotak dialog tersebut
  7. Klik OK
  8. Klik OK sekali lagi untuk menutup kotak dialog Local Area Connection Properties sekaligus menyimpan ketentuan seting yang telah Anda lakukan

Coba periksa apakah pekerjaan Anda telah sukses atau belum. Caranya ketikkan PING 192.168.53.1 dari RUN Anda harus mengonfigurasi dan memeriksa kartu jaringan (NIC) atau LAN Card, kabel dan lain-lain yang digunakan dalam komputer Anda.

Fedora -Package Installation-

Posted in Fedora Core6 on October 3, 2007 by bramz4ever

Instalasi Aplikasi/Program/Software tambahan di Fedora Core 6

Seperti telah dibahas pada bagian sejarah tentang Fedora Core, kita ketahui bahwa Fedora Core

adalah penerus dari RedHat Linux, maka FC pun menggunakan sistem pemaketan aplikasi bernama RPM

(RedHat Packet Manager).
Dengan menggunakan RPM, proses intalasi,upgrade, cheking dan unistall bisa dilakukan dengan

simpel. Contohnya apabila kita ingin menginstal file bernama vsftpd-2.0.5-8.i386.rpm perintahnya

:

rpm -i vsftpd-2.0.5-8.i386.rpm –> opsi -i menyatakan install. biasanya ditambahkan

menjadi -ivh untuk melihat loading proses instalasi nya.

Apabila kita ingin mengupgrade versi dari aplikasi tersebut, cukup gunakan perintah :

rpm -u vsftpd-2.0.5-9.i386.rpm –> opsi -u menyatakan update

Sedangkan apabila kita ingin menguninstal aplikasi yang sudah kita update, cukup gunakan

perintah :

rpm -e vsftpd-2.0.5-9.i386.rpm –> opsi -e menyatakan erase

Tetapi ada baiknya kita mengecek terlebih dahulu apakah aplikasi yang ingin kita install sudah

terinstall di sistem kita atau belum. Caranya gunakan perintah :

rpm -qa –> opsi -q menyatakan query dan -a menyatakan all (menampilkan semua aplikasi

yang sudah terinstall)
rpm -qa vsftpd –> supaya lebih spesifik

Dengan menggunakan RPM instalasi paket secara individual memang menjadi sangat mudah, tetapi

bisa saja paket yang ingin kita install memiliki dependency (ketergantungan) terhadap

paket-paket lain yang sudah harus terinstall terlebih dahulu.
untuk mengatasi masalah dependency ini, FC menyediakan YUM.

File konfigurasi untuk YUM dapat /etc/yum.conf dan pada /etc/yum.repos.d/fedora-core.repo
Ganti alamat tempat mendownload package pada file fedora-core.repo supaya bisa mendownload

package dan dependency nya.
Gunakan perintah-perintah yum berikut ini :

yum install [namapaket]
yum remove [namapaket
yum update [namapaket]
yum check-update [namapaket]

Salah satu kekurangan yum adalah kita harus memiliki server yang senantiasa menyala untuk

menyediakan paket-paket yang diperlukan.

Demikianlah cara-cara penginstallan aplikasi di FC6, masing-masing memiliki kelebihan dan

kekurangan masing-masing.

Fedora -Network File Sharing-

Posted in Fedora Core6 on October 3, 2007 by bramz4ever

Network File Sharing Service

Kali ini saya akan membahas tentang service yang memungkinkan client untuk sharing file miliknya

kepada client lainnya dalam jaringan yang sama. Service ini sangatlah bermanfaat untuk jaringan

yang besar dimana semua client perlu saling bertukar file, contohnya kantor dan kampus.

Ada banyak service yang memungkinkan hal ini, yang paling populer diantaranya adalah FTP Server

dan SAMBA Server.

-FTP Server-
Mari kita bahas FTP Server terlebih dahulu. FTP server ini memanfaatkan File Transfer Protocol

(port 20) sebagai sarana transfer file antar mesin pada jaringan TCP/IP. Sekarang ini, banyak

sekali program yang dapat digunakan untuk membangun sebuah FTP Server. Dengan menggunakan FC6

yang sudah kita konfigurasi sebelumnya, kita akan menggunakan vsftpd (Very Secure FTP Daemon)

untuk membangun sebuah FTP server. Saya menggunakan vsftpd karena banyaknya pilihan konfigurasi

pada program ini sehingga bisa menciptakan FTP server yang aman.

Pertama-tama, sebelum kita menginstall vsftpd, ada baiknya kita cek terlebih dahulu apakah

vsftod sudah terinstall atau belum di server kita, caranya gunakan perintah :
rpm -qa | grep vsftpd
Apabila tidak ada packet vsftpd yang sudah diinstall,
marilah kita install dahulu vsftpd ke server kita dengan menggunakan rpm, ketikkan perintah

berikut ini :

rpm -ivh ftp://mirror.itb.ac.id/pub/fedora/core/6/i386/os/Fedora/RPMS/vsftpd-2.0.5-8.i386.rpm

Setelah proses instalasi menggunakan rpm selesai, vsftpd bisa dijalankan dan dihentikan dengan

menggunakan perintah :

service vsftpd start
service vsftpd stop
service vsftpd restart

Selanjutnya, untuk mengkonfigurasi vsftpd, pergilah ke direktori /etc/vsftpd dan edit file

vsftpd.conf.
File konfigurasi ini memiliki format sebagai berikut :

option=value

Perlu diperhatikan bahwa spasi diantara tanda = akan membuat error file konfigurasi, dan tanda #

berarti option tersebut dicomment/dinon-aktifkan.

Berikut ini adalah option-option yang bisa diubah untuk membangun FTP Server sesuai keinginan

kita ^__^

anonymous_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka user anonymous user (tanpa password) bisa masuk ke dalam FTP

Server anda. User lain yang sudah terdaftar pada sistem anda bisa login ke FTP Server anda

dengan menggunakan password yang sudah diset sebelumnya,lihat di /etc/passwd.

local_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka local user bisa masuk ke dalam FTP Server anda.

write_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka user bisa mengedit (rename, delete, dll) file yang ada di

FTP server anda.

anon_upload_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka user anonymous bisa mengupload file ke FTP Server anda.

Pilihan diatas berlaku bila anonymous_enable=YES.

anon_mkdir_write_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka user anonymous bisa membuat folder baru di FTP Server anda.

Pilihan diatas berlaku bila anonymous_enable=YES dan write_enable=YES.

xferlog_enable

Bila pilihan diatas diset=YES, maka akan dibuat file (log) yang mencatat aktifitas

upload-download di FTP Server anda. Secara otomatis file akan ditempatkan di direktori

/var/log/vsftpd.log tetapi kita bisa menempatkannya di direktori lain dengan menggunakan

xferlog_file= [tempat file log]

ftpd_banner=welcome to bramz FTP Server

Option ini digunakan untuk menampilkan pesan kepada client yang mencoba login ke FTP Server

anda.

Sekian saja option-option yang dibahas untuk konfigurasi vsftpd, untuk lebih lengkapnya bisa

dicoba-coba sendiri ^__^

Yang tidak kalah penting supaya FTP Server kita bisa berfungsi dengan baik, sebaiknya set

direktori untuk umum yang ada di dalam /var/ftp menjadi milik user nobody (bila tidak ada dibuat

dahulu) supaya user anonymous bisa leluasa menggunakannya.
Contohnya apabila anda memiliki direktori /var/ftp/pub untuk publik, rubah menjadi milik user

nobody dengan perintah

chown nobody:nobody /var/ftp/pub

Kemudian atur permission untuk folder tersebut supaya user lain bisa leluasa menggunakan folder

tersebut, gunakan perintah :

chmod o+rw /var/ftp/pub

Sekian konfigurasi untuk FTP Server anda, semoga tidak menemui masalah dalam penyusunannya.

-SAMBA Server-

Apabila kita memiliki banyak mesin dengan OS yang berbeda, Linux dan Windows misalnya, dan kita

ingin menghubungkan kedua mesin ini supaya bisa saling bertukar file dan printer, maka program

yang paling cocok untuk melakukan hal ini adalah SAMBA. SAMBA dapat menjembatani antara mesin

dengan OS Linux dan OS Windows. Namun SAMBA sendiri adalah aplikasi milik Linux yang

memanfaatkan protokol SMB (Server Message Block).
Selain sharing file dan printer, apabila telah berfungsi SAMBA memungkinkan kita untuk browsing

di Network Neighborhood seolah-olah itu adalah Harddisk komputer kita sendiri. Sehingga kita

bisa langsung meng-execute file-file yang ada di komputer lain.

Langsung saja kita masuk ke tahap instalasi SAMBA server dengan menggunakan RPM. Seperti biasa,

apabila kita hendak mengambil paket samba dari ftp.itb.ac.id, kita gunakan perintah ;

rpm -ivh ftp://mirror.itb.ac.id/pub/fedora/core/6/i386/os/Fedora/RPMS/samba-3.0.23c-2.i386.rpm

Konfigurasi SAMBA Server dapat dilakukan pada file /etc/samba/smb.conf pada dasarnya di dalam

file ini terdapat 3 settingan utama, yaitu :

[global]
[homes]
[printers]

Bagian [global] digunakan untuk mendefinisikan parameter-parameter yang akan digunakan oleh

bagian yang lain, untuk permulaan kita setting bagian ini sebagai berikut :

[global]
workgroup = Fedora –> Nama Workgroup Windows, akan muncul di Network Neighborhood
netbios name = Testing –> Komentar
server string = Samba Server –> Komentar
security = share –> pilihan tingkat security
printcap name = /etc/printcap –> tempat file printcap yang digunakan oleh Linux
load printers = yes –> menyediakan printer untuk client setiap kali server dijalankan
log file /var/log/samba/%m.log –> tempat log file Samba server
max log size = 50 –> ukuran log file dalam Kb

socket options = TCP_NODELAY –> meningkatkan kinerja Samba server
dns proxy = no –> netbios diperlakukan sebagai Internet Domain Name, biarkan saja

[homes]

comment = Home directores –> Komentar
browseable = yes –> dapat dilihat dari Network Neighborhood
writeable = yes –> bisa ditulis

[printers]

comment = All Printers –> Komentar
path = /var/spool/samba –> tempat file spool printer
browseable = no –>tidak bisa dibrowse
guest ok = no –> harus memasukkan password untuk mengakses printer
printable = yes –> printer bisa dipakai untuk printing

Dengan melakukan konfigurasi diatas, semestinya SAMBA Server kita sudah bisa berjalan, namun

kita bisa menambahkan 1 settingan lagi untuk public client yang ingin menggunakan SAMBA Server kita, settingan nya :

[public]

comment = Public stuff –> Komentar
path = /home/samba –> folder public
public = yes –> bisa dipakai oleh umum
writable = yes –> bisa dimodifikasi isinya oleh umum
printable = no –> tidak bisa di print oleh umum.

Untuk mengetesnya coba jalankan SAMBA Server kita dengan perintah :

service smb start

Kemudian gunakan komputer dengan OS Windows untuk melihat SAMBA Server kita, caranya masuk ke

Network Neighborhood saja, atau ketikkan \\[ip address samba server kita], mis :

\\167.205.79.157

Demikianlah penjelasan mengenai Service untuk Network File Sharing, yaitu FTP dan Samba Server.

Fedora -Process Management-

Posted in Fedora Core6 on October 2, 2007 by bramz4ever

Proccess Management in FC6

Semenjak tahap instalasi hingga pertama kali masuk ke FC6, kita sudah mengalami paling tidak 2 kali reboot. Dan setiap kita menjalankan FC6 kita, kita akan selalu melalui suatu proses yang dinamakan booting.

Apa itu booting?

Secara umum booting adalah suatu proses komputer dan Operating Systemnya mulai bekerja dengan menginisialisasi semua device (hardware) yang ada di komputer beserta driver2 yang menjalankannya. Pada saat booting, service2 utama yang ada dalam suatu OS juga mulai dijalankan.
Sebelum memahami device dan filesystem, terlebih dahulu kita harus memahami konsep tentang kernel. Kernel adalah program yang mengatur semua proses, device, juga input/output. Ketika sistem melakukan booting, kernel adalah program yang pertama kali dijalankan, serta menginisialisasi hardware dan filesystem dari suatu OS. Urutan kernel dalam menjalankan proses:
1. kernel mengontrol prosesor dan mengambil proses yang mengantri di memory.
2. kernel melepas kontrol dari prosesor untuk mebiarkan prosesor bekerja.
3. setelah proses selesai, kernel akan mengambil alih proses itu lagi dan memilih proses baru untuk dikerjakan.

Init
Pada distro Linux, selanjutnya kernel akan menjalankan program bernama init yang terdapat pada /sbin.Fungsi utama dari program ini adalah menjalankan dan menghentikan program-program lain dalam suatu urutan tertentu.

Runlevel
Pada sistem Linux dikenal istilah Runlevel yaitu suatu set proses yang dijalankan dalam sistem Linux, atau bisa juga dikatakan sebagai kumpulan service2 dalam suatu sistem Linux.

Inittab
Untuk menjalankan atau mengkonfigurasi runlevel yang kita inginkan pada sistem Linux, kita gunakan file inittab yang berada di /etc.inittab.

Process Management
Untuk mengetahui proses apa saja yang sedang berjalan di FC6, gunakan perintah ps -ax

Untuk menghentikan proses yang diinginkan, gunakan saja killall [nama proses]

Untuk menjalankan suatu proses, biasanya sudah ada scriptnya di /etc/rc.d/init.d/* tinggal dijalankan saja dengan menggunakan perintah service [namaproses] start/stop/restart.

Fedora -Installation and Post Configuration-

Posted in Magang AJK on October 2, 2007 by bramz4ever

-Tahap Instalasi dan Konfigurasi Pasca Instalasi

Ketika saya menginstall FC6, saya tidak menemukan masalah dalam proses instalasi yang lumayan mudah ini. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah pada bagian akhir instalasi, dimana terdapat pilihan Network Configuration untuk Lan Card kita (dinamakan eth0). Apabila saat ini kita belum mengetahui konfigurasi jaringan kita, bagian ini dibiarkan kosong saja untuk kita setting nanti.

Setelah installasi selesai dan sistem sudah reboot, masuklah kita ke tahap konfigurasi pasca installasi dimana kita akan diminta untuk memilih service2 yang diperbolehkan untuk diakses dari luar oleh firewall kita (aktifkan ssh untuk remote connection). Setelah itu kita akan masuk ke setting SELinux, untuk sementara non-aktifkan dahulu SELinux ini, karena akan menyulitkan kita mengkonfigurasi service yang akan kita jalankan di server kita nantinya. Setelah semua kita set, maka sistem akan reboot kembali dan masuklah kita ke FC6 kita untuk pertama kalinya ^__^

Setelah masuk ke sistem FC6 kita, kemudian kita akan melakukan Network Configuration dengan menggunakan CLI. Supaya koonfigurasi yang kita lakukan permanen, dan digunakan setiap kali booting, ubahlah file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 menjadi seperti ini contohnya:

# Advanced Micro Devices [AMD] 79c970 [PCnet32 LANCE]
DEVICE=eth0 –> interface (ethernet)
HWADDR=00:0C:29:02:3E:28 –> MAC address
ONBOOT=yes –> permanen
DHCP_HOSTNAME=localhost –> supaya IP address tidak berubah-ubah (static)
IPADDR=167.205.79.157 –> IP address server kita
NETMASK=255.255.255.128 –> netmask server kita
GATEWAY=167.205.79.129 –> gateway server kita
TYPE=ethernet

Kemudian untuk mengatur konfigurasi DNS server yang kita gunakan, ubahlah file /etc/resolv.conf menjadi seperti ini :

search comlabs.itb.ac.id
nameserver 167.205.79.4
nameserver 167.205.22.123

Selesailah tahap Network Configuration kita untuk digunakan dari dalam ComLabs ITB ^__^

Fedora -Introduction-

Posted in Fedora Core6 on October 2, 2007 by bramz4ever

Sekilas tentang Fedora Core6

Fedora, singkatan dari Flexible Extensible Digital Object Repository Architecture, adalah sebuah distro Linux yang merupakan kelanjutan dari salah satu distro Linux yang terkenal, yaitu RedHat Linux. Sebenarnya RedHat berkembang menjadi dua bagian, yaitu RedHat Enterprise Linux yang ditujukan untuk pengguna komersial, dan Fedora Core yang ditujukan untuk pengguna non-komersial.
Fedora dibuat dengan prinsip : “interoperability and extensibility is best achieved by architecting a clean and modular separation of data, interfaces, and mechanisms (i.e., executable programs).”

Fedora Core ini dikembangkan oleh komunitas yang didukung oleh RedHat. Fedora sendiri adalah suatu sistem yang berbasiskan pada yum dan RPM untuk instalasi paket data. Prinsip modular yang dijunjung oleh Fedora memungkinkan user untuk bebas memilih paket-paket yang akan diinstall ke Fedora miliknya. Paket-paket yang terinstall ini juga akan secara otomatis terpisah-pisah sehingga memungkinkan administrasi yang lebih mudah.

Fedora yang akan kita bahas selanjutnya adalah Fedora Core6, yang dirilis pada 24 Oktober 2006.